Sabtu, 21 April 2012

Menu Laksa Sulit didapatkan di Kota ini ?



Tanjungpinang,(HF) 21/4 Semakin berkembangnya zaman, seiring dengan waktu semakin berkembang juga masakan yang ada, dari makanan daerah sampai makanan luar negeri, namun citra rasa semuanya itu tergantung pada masing-masing orang, ada yang menyukai masakan yang manis, asin, pedas atau juga yang suka manakanan yang serba asam, kembali kepada yang mau mengkonsumsi saja
      Menu Laksa     



Terkadang banyaknya makanan yang sudah memasyarakat, membuat oarang-orang bingung atau juga bosan mengkonsumsi  makanan, karena makanan yang beragam justru membingungkan, tapi pernahkah terpikirkan, makanan apa yang jarang dan bahkan tak semua tempat pedagang makanan menyediakan makanan sesuai kebutuhan selera konsumen. Seperti yang disebutkan oleh Ibu Aya (34) yang tinggal di KM. 9, Bu Aya menyebutkan “Makanan ciri khas Melayu justru sulit didapatkan di daerah mayoritas Melayu ini”. Padahal banyak makanan yang dapat disajikan di daerah Melayu ini antara lain “Menu Laksa”, karena sulitnya didapatkan di daerah Tanjungpinang ini, saya buat sendiri menu itu untuk dimakan oleh anak-anak dan suami. Satau saya ada dijual di jalan Wiratno di warung kaki lima ada menjualnya, sedangkan tempat lain saya tidak tau imbuhnya lagi.

Pada kesempatan yang bersamaan Bu Aya memberikan Tips bagaimana membuat menu Laksa. Bahan-bahannya : Ikan Tenggiri 400 – 500 gram, santan 1,5 – 2,0 liter, tepung beras 1 kilogram, tepung Sagu 400 – 500 gram, serai 4 – 5 batang, langkuas secukupnya, kunyit secukupnya, kemiri 4 – 5 butir, bawang merah 8-10 butir dan cabe merah secukupnya, siap saji. Menurutnya masih banyak orang Melayu Tanjungpinang yang tidak bisa membuat menu ini. HF/Hindun.B.8/12  




Jumat, 20 April 2012

Persiapan UN Tingkat SMP di Tanjungpinang



Tanjungpinang,(HF)21/4 menjelang UN yang akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang tanggal 23 April 2012, para guru, orangtua  maupun murid melakukan persiapan-persiapan berupa doa dan motivasi bersama, hal ini dilakukan karena memberikan dukungan moril pada murid, agar murid siap dari segi fisik maupun mental untuk mengerjakan soal UN nanti, demikian yang diungkapakan guru TIK  Bapak Hartono (20/4) di tempat kerjanya.
Hartono

Banyak kiat atau tips yang dipersiapakan oleh semua guru demi mengupayakan siswa-siswanya untuk berhasil, dengan nilai yang memuaskan pada UN mendatang, akan tetapi nilai bukan hal utama yang diharapkan, tapi bagaimana hasil evaluasi murid nantinya setelah tamat dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Upaya untuk mendapatkan nilai yang diharapkan dan memenuhi KKM dan standar kelulusan menjadi hal penting bagi murid, karena akan terjadi dampak buruk pada mental anak apabila tidak lulus, setidaknya rasa malu akan dialami oleh murid.

Menurut Pak Hartono, mengahadapi UN sama juga dengan melawan arus, bergitu Pak Hartono berseloro, menurutnya juga persiapan sekolah-sekolah di Tanjungpinang ini sudah sangat baik dan sangat memberikan motivasi pada murid, seperti di SMPN 07  Tanjungpinang menjelang UN ini telah melaksanakan bacaan yasinan bersama, di SMPN 12 Tanjungpinang belum lama ini, juga sudah melaksanakan doa zikir bersama, begitu juga di SMP Maetreyawira melaksanakan renungan dan doa bersama, dan tentunya di setiap sekolah-sekolah tingkat SMP di Tanjungpinang ini melaksanakan hal yang sama dengan caranya masing-masing, ungkapnya.

Berbagai persiapan mental anak didik dilakukan oleh para guru, begitu juga bagi orang tua murid tentu saja banyak  cara memotivasi anak-anaknya,  tetapi dengan tidak memaksakan kehendak orangtua pula, dan bagi para peserta didik sendiri mempunyai kiatnya sendiri, mungkin dengan mengurangi waktu bermain mereka, atau kumpul dengan temen-teman, hal ini juga merupakan persiapan yang sudah memadai bagi diri murid-murid. Apapun upaya yang telah dilakukan dan dilakasanakan sudah menjadikan jiwa siswa-siswa siap untuk menghadapi UN nantinya.  HF/Hindun.B.8/12      

Taukah Ancaman Bouksit



Tanjungpinang,(HF) 20/4 Sekarang sedikit sulit menjala ikan, gak tau ke depannya, demikianlah menurut Solehen  salah satu warga Sungai Timun Jalan Senggrang, yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan, Jumat (20/4).

Tidak sepantasnya lagi kota Tanjungpinang merasa bangga dengan bouksit, mengapa harus bangga dengan adanya batu bouksit? Jawabnya mungkin karena tak semua daerah punya harta tambang sedemikan melimpah, disetiap sudut kota Tanjungpinang terdapat bouksit, tetapi bahan tambang itu sendiri tidak memberi manfaat pada kota ini, justru tambang batu bouksit terus menjadi ancaman bagi warga daerah sendiri.

Jalan Senggarang


Jalan Senggarang
Dampak penambangan bouksit sekarang sudah dirasakan, karena Tanjungpinang selalu mengalami banjir, hujan seharian saja bisa banjir, salah satu penyebabnya adalah dikarenakan tambang bouksit, proyek pengambilan sudah pernah diberhentikan, karena habis masa kontrak perjanjian pada pemerintah, tapi belum lama ini proyek tersebut telah beroperasi kembali tutur Solehen (25),  bagaimana dampak pada lingkungan setelah proses penambangan selesai y ? ungkapnya lagi, bouksit yang ada di kota ini lambat laun akan habis,  dan lebih parah pencucian bouksit selalunya dibuang ke laut, padahal laut itu mata pencarian bagi orang-orang seperti saya, dan  kota Tanjungpinang akan mengalami banjir, terbukti di Km.13,5 jalan arah Tanjunguban sering mengalami banjir saat hujan deras, sehingga penduduk sekitar sangat dirugikan, belum lagi badan jalan yang terendam banjir yang mengganggu pengguna jalan, semua ini karena timbunan bouksit pada sungai-sungai yang menjadi alur bagi mengalirnya air hujan ke laut. Dengan semangat Solehen menyampaikan rasa cemasnya.


Di daerah Senggarang sekitar kampung Tanjunglanjut perbukitannya kini sudah  gersang dan gundul karena sudah digali bouksitnya. Terasa sekali ancaman apa yang akan dirasakan oleh penduduk kota ini nantinya, bagaimana pada jangka panjang nanti jelas saja air limbah dari pencucian bouksit yang dibuang ke laut/sungai mempengaruhi kualitas kesehatan dan kebersihan ikan yang hidup pada air yang tidak bersih, dalam jangka panjang manusia akan mudah terserang berbagai gangguan kesehatan karena mengkonsumsi ikan yang tidak sehat, serta banyak dampak lain lagi dari pertambangan bouksit dan akan mengancam Tanjungpinang nantinya. HF/Hindun.B.8/12