Jumat, 16 Maret 2012

ANAK SULIT DIATUR PENGARUH INTERNET

Warnet manjadi tempat aktivitas anak sekolah

Apakah yang anak-anak lakukan sepulang sekolah?

Tanjungpinang (HF),  Banyak hal yang dilakukan oleh anak-anak sekolah, dari tingkat SD sampai SMA, ketika kami temui (16/3) ibu Lijah ( 43 tahun) di kediamannya mengeluh kesahkan anak-anaknya yang sepulang sekolah bukannya pulang istirahat, melainkan anaknya meluangkan waktu dengan bermain internet di warnet-warnet terdekat, memang alasan-alasan  yang diberikan anaknya sangat masuk akal, alasan ke warnet dikarenakan ada tugas dari sekolah, namun terkadang saya jengkel imbuhnya, jengkelnya ibu Lijah bukan karena tugas sekolah yang diberikan pada anaknya yang  menumpuk, tapi disisi lain selain anak-anaknya mengerjakan tugas dengan fasilaitas internet, fasilitas internet digunakan untuk bermain juga  antara lain adalah bermain facebook atau juga game, dan hal ini sangat berpengaruh pada tingkah laku anak, anak-anak  jadi lebih susah diatur dan diarahkan, seharusnya anak seusianya sebut saja Desi (12 tahun) sudah bisa membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah atau setidaknya sepulang sekolah istirahatlah dahulu, pulang sekolah terkadang anak-anak  tidak langsung makan siang atau beristirahat, malahan digunakan untuk  pergi ke warnet.
Bukan hanya anaknya yang sudah bersekolah, anaknya Cici (5 tahun) juga sudah ikut-ikutan ke warnet, bermain FB (FaceBook), terkadang saya bingung harus bagaimana lagi mengatur anak-anak zaman sekarang paparnya, sulit memulihkan situasi yang sudah canggih mau tidak mau, semua orang harus mengikuti perkembangan zaman, hanya saja salah satu kemungkinan agar anak tidak terlalu sibuk dengan kegiatan internet mungkin di berikan satu les tambahan buat anak, ataupun kegiatan lainnya, dan hendaknya untuk masa akan datang orang tua lebih banyak memberikan arahan-arahan ataupun nasehat-nasehat sejak dini. HF/Hindun.B8/12


TAK SEPERTI BIASANYA, RUANG KELAS TENANG

Kls.VIIc SMP Maitreyawira Tg.pinang

         “Keadaan hari ini tenang, anak-anak semua  konsentrasi  mengikuti dan mengerjakan saol-soal ujian mid semester, padahal biasanya anak-anak kelas VII C ini adalah  termasuk anak-anak sangat aktif dalam segala hal”, demikanlah ucapan Pak Amin guru Fisika SMP Maitreyawira.
                 
Tanjungpinang (HF), Keadaan kelas yang tenang mungkin idaman semua guru, yang menandakan anak-anak yang panut dan dan bertanggungjawab, tetapi tidak bagi Pak amin, menurut Pak Amin yang menjadi   guru mata pelajaran Fisika,  Pak Amin demikain anak-anak sekolah ini memanggilnya yang berprofesi sebagai tenaga pengajar (guru)  sekolah Maitreyawira yang beralamat di jalan Ir. Sutami,  dan juga guru di SMPN 10 Tanjungpinang,   keadaan kelas yang tenang ataupun yang ribut sama saja asalkan anak-anak bisa mengerti pelajaran itu sudah merupakan  kemajuan,  kelas ini merupakan anak-anak didiknya  yang aktif yang selalu rajin bertanya dan mejawab, memang kesannya kelas menjadi  ribut, tapi sesungguhnya anak-anak yang seperti ini justru merupakan anak-anak yang cerdas, anak-anak yang ribut bukan menandakan anak-anak yang bandel atau nakal.
             Hari ini, (16/3) merupakan ujian mid yang terakhir karena ujian mid di sekolah ini sudah dimulai sejak hari Senin lalu, walaupun ujian mid sudah dipenghujungnya, anak-anak masi bersamangat dan tekun mengerjakan soal yang diberikan dan situasi  kelas dalam keadaan tenang, hal ini menandakan murid-murid tersebut memiliki tanggung jawab dalam mengerjakan soal.  Rasa tanggung jawab memang harus ditanamkan pada anak-anak seusia ini, menididik anak bukan hanya menuntut anak-anak murid itu menjadi sang juara, ada hal lain yang perlu kita bimbing juga salah satunya adalah rasa tanggung jawab hendaknya ditanamkan pada anak-anak murid, agar anak murid nanti bisa menerapkan jiwa tanggung jawab nantinya. HF/Hindun.B8/12



Rabu, 14 Maret 2012

Seni Tari Melayu Dikenali Sejak Dini



Siapa yang tidak kenal dengan seni tari?, terlebih lagi seni tari yang ada di Tanjungpinang, seni tari sudah dikenali sejak anak-anak balita, dengan melihat pertunjukkan di suatu acara saja, anak balita sudah merekam suatu tarian yang dilihatnya, tanpa sadar anak-anak balita umur dua tahun saja sudah mampu menari Melayu, walau tariannya hanya sekedar goyang tanpa aturan, demikianlah penjelasan menurut Ummi Yanti guru pengasuh TK Al-Uswah.

Arsip Foto Tk- Al-Uswah km. 10 TPI
Tanjungpinang, (HF) Ketika ditemui di tempat kerjanya TK Al- Uswah yang beralamat km.10 Tanjungpinang (14/3) Ummi Yanti begitu murid-murid memanggilnya sehari-hari. Menurut Ummi Yanti tarian yang ada di Tanjungpinang beraneka ragam, akan tetapi, tarian yang menjadi sorotan semua kalangan adalah tarian Melayu “Sekapur Sirih” yaitu tarian persembahan yang sering dipertunjukkan dalam pembukaan acara formal dan bahkan nonformal, tidak dikalangan orang dewasa saja yang menarikannya, melainkan anak-anak TK (Taman Kanak-kanak), dan  bahkan setiap acara perpisahan  banyak sekolah TK menampilkan tarian Melayu imbuhnya. Anak  TK yang rata-rata umur empat sampai tujuh tahun sudah mampu menampilkan dan memperagakan tarian Melayu tersebut dengan sangat baik, pada tahun-tahun sebelumnya sudah sering dipertontonkan , hal ini terbukti karena setiap tahunnya tarian tersebut akan di tampilkan pada acara-acara tertentu terutama perpisahan sekolah.
        Seni tari Melayu khususnya tarian persembahan sudah menjadi tradisi pada setiap kegiatan, seperti perpisahan sekolah, pembukaan suatu perlombaan, acara hari kemerdekaan, dan lainnya. Tentu saja dengan seringnya dipertunjukkan terian-tarian khas Melayu di Tanjungpinang, tanpa sadar kita telah menanamkan dan menumbuhkan pengetahuan tarian pada anak-anak sejak dini, Harapan kedepannya agar tarian tradisional Melayu hendaknya terus ditingkatkan, begitulah harapan Ummi Yanti untuk masa yang akan datang. HF/Hindun.B8/12

Sabtu, 10 Maret 2012

Sampah Capai 386 Meter kubik Perhari di TPA Tanjungpinang

Lokasi TPA Km. Jln. Ganet

TANJUNGPINANG 9/3, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang berlokasi KM. 14 Jalan Ganet merupakan tempat pembuangan sampah yang dikelola oleh PEMKO yang dijadikan sebagai pembungan sampah dari seluruh masyarakat Tanjungpinang kota, menurut  Riya Fandi (23 tahun) karyawan di TPA yang sudah 3 tahun bekerja dengan jabatan pencatat trip sampah yang dikumpulkan di TPA menyebutkan bahwa pencatatan trip dalam satu harinya mencapai 40 trip lori yang membawa sampah atau menghasilkan 386 meterkubik perharinya. Menurutnya armada sejumlah 18 dengan 6 unit armrol (bak sampah) dan sebanyak 12 buah dumptrack (tumpukan sampah).
Sampah yang dikumpulkan menurut Riya Fandi tidak hanya dikumpulkan dan ditumpuk begitu saja melainkan harus diproses/diolah lagi menjadi pupuk organik yang menurutnya sangat bermanfaat, sedangkan non-organik akan diambil oleh para pemulung yang sudah biasa dan punya izin dan terdaftar di TPA, menurutnya ada 40 orang pemulung yang sudah punya izin di TPA tersebut, selain 40 orang tersebut tidak diperbolehkan untuk mengambil sisa-sisa sampah organik, karena tidak semua orang yang boleh masuk ke kawasan TPA milik Pemko ini. Kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada armrol maupun dumptrack harus ditingkatkan, untuk masa yang akan datang agar Tanjungpinang tetap menjadi kota yang bersih lingkungan. HF/Hindun/12.

Rabu, 07 Maret 2012

Menantang, Tak Pedulikan Saingan Menjamur


TANJUNGPINANG 7/3, sebut saja Musri nama panggilan sehari-harinya ( 43 tahun) adalah seorang  mekanik rangkap pemilik bengkel kendaraan bermotor roda dua, Rabu saat diwawancari tampak kusut dan capek sekali, menurutnya usaha yang sudah dirintis sebelas tahun ini masih sangat sulit mencari pelanggan-pelanggan baru di bengkelnya, saat ini yang diharapkan hanyalah pelanggan yang lama-lama yang merasa sangat puas dengan layanan perbaikan motor yang diservis oleh Musri, pada tahun 2012 ini sudah terlalu banyak bengkel di kaki lima yang semakin hari bermunculan layaknya tumbuhnya jamur, hampir sepanjang jalan umum bengkel dibangun, karena itu sangat sulit untuk bersaing menurutnya, akan tetapi hal ini tidak mematahkan semangat Musri untuk terus merintis usaha bengkelnya tersebut, sekalipun begitu banyak saingan, justru membuat Musri semakin berambisi mengelola bengkelnya itu walau tanpa bantuan siapapun, dulu memang bengkel ini punya karyawan, karena pendapatan sedikt/merosot Musri tidak memperkerjakan orang lain lagi. Tantangan-tantangan persaingan dalam bentuk apapun menurutnya bukan suatu kendala atau masalah. Dengan maraknya usaha bengkel di mana-mana tidak membuat ia cemas, karena bagaimanapun itu suatu tantangan yang harus diterima, dan bagi Musri untuk mendapatkan konsumen tak perlulah berkoar-koar promosi, tetapi harus dengan suatu bukti, bahwa bengkel miliknya sangat berkualitas.  HF/Hindun/12

Senin, 05 Maret 2012

DI TPQ TIDAK HANYA BELAJAR Al-QUR’AN


TANJUNGPINANG  5/3, kilometer 14.  Ibu Dawiyah ( 40 tahun)  sebagai guru ngaji di  TPQ (Taman Pendidkan Qur’an) Al-Muslimah , Senin selesai mengajarkan santri-santrinya menyebutkan pelajaran mengaji dilakukan setiap hari dari hari Senin sampai pada hari Sabtu sama halnya dengan jam pelajaran biasanya di sekolah, hanya aktivitas ini dilakukan pada waktu malam yaitu ba’dah magrib, selain mengajarkan membaca al-quran, ibu Dawiyah juga mengajarkan cara sholat dan biasanya diawali dengan melakukan sholat bersama sebelum proses belajar-mengajar di mulai, setalah sholat berjamaah barulah santri-santri diajarkan membaca al-quran ataupun juga iqra’ ujarnya, dan bahkan ibu Dawiyah juga mengajarkan cara membaca berzanzi, pelajaran aqidah ahlak, agar anak-anak mendapatkan pelajaran yang tidak hanya bisa membaca al-quran melainkan memiliki budi pekerti yang baik.
Pembelajaran di TPQ
Pelajaran yang diajarkan ibu Dawiyah ternyata tidak hanya setakat bisa mengaji setelah itu khatam, melainkan ibu Dawiyah mengupayakan santri-santrinya untuk mengikuti pertandingan antar TPQ, guna memotivasi santri-santri untuk tetap semangat dalam belajar/agar termotivasi keinginan santri-santri untuk terus berlkatih, santri-santri ibu Dawiayah tidak hanya sebatas anak usia 7 atau 8 tahun ( tingakt SD) melainkan tingkat SMP masih ada yang diajrakannya, walaupun santri SMP sudah khatam al-quran, tetapi ibu Dawiyah tetap saja menganjurkan santri-santri yang sudah khatam terus berlatih untuk membaca al-quran, hal ini dilakukan agar santri-santri lebih fasih terlatih dan lebih mahir membaca dsengan lebih baik lagi. HF/Hindun/12

Minggu, 04 Maret 2012

Puisi : Belenggu


Belenggu

Ketika detak jam dinding berlagu
Seolah mengiringi setiap detak nadiku
Ketika jangkrik berikrar
Aku pun merasa semua detak jam berlagu lamban

Saat itu…, begitu terasa  belenggu
Seakan denyut nadi tak mampu lagi ku ukir
Jam berdetak berirama mengiringi waktu
Belenggu seakan membeku pada sisi kalbu

Sentuhan angin membayu
belenggu itu selalu mengiringi tak mampu berlalu
sendu, pilu menerjang  memcah waktu

Sungguh…, belenggu itu waktu haru
Antara awan-awan nan berarak
segerombolan burung berlarian
Takkan kubiarkan belenggu, waktu itu mengoyak jiwaku
Takkan kubiarkan semua menikamkanku
walau hanya mimpi mencekam dalam belenggu.


                                                                                                            4 Maret 2012