Jumat, 20 April 2012

Taukah Ancaman Bouksit



Tanjungpinang,(HF) 20/4 Sekarang sedikit sulit menjala ikan, gak tau ke depannya, demikianlah menurut Solehen  salah satu warga Sungai Timun Jalan Senggrang, yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan, Jumat (20/4).

Tidak sepantasnya lagi kota Tanjungpinang merasa bangga dengan bouksit, mengapa harus bangga dengan adanya batu bouksit? Jawabnya mungkin karena tak semua daerah punya harta tambang sedemikan melimpah, disetiap sudut kota Tanjungpinang terdapat bouksit, tetapi bahan tambang itu sendiri tidak memberi manfaat pada kota ini, justru tambang batu bouksit terus menjadi ancaman bagi warga daerah sendiri.

Jalan Senggarang


Jalan Senggarang
Dampak penambangan bouksit sekarang sudah dirasakan, karena Tanjungpinang selalu mengalami banjir, hujan seharian saja bisa banjir, salah satu penyebabnya adalah dikarenakan tambang bouksit, proyek pengambilan sudah pernah diberhentikan, karena habis masa kontrak perjanjian pada pemerintah, tapi belum lama ini proyek tersebut telah beroperasi kembali tutur Solehen (25),  bagaimana dampak pada lingkungan setelah proses penambangan selesai y ? ungkapnya lagi, bouksit yang ada di kota ini lambat laun akan habis,  dan lebih parah pencucian bouksit selalunya dibuang ke laut, padahal laut itu mata pencarian bagi orang-orang seperti saya, dan  kota Tanjungpinang akan mengalami banjir, terbukti di Km.13,5 jalan arah Tanjunguban sering mengalami banjir saat hujan deras, sehingga penduduk sekitar sangat dirugikan, belum lagi badan jalan yang terendam banjir yang mengganggu pengguna jalan, semua ini karena timbunan bouksit pada sungai-sungai yang menjadi alur bagi mengalirnya air hujan ke laut. Dengan semangat Solehen menyampaikan rasa cemasnya.


Di daerah Senggarang sekitar kampung Tanjunglanjut perbukitannya kini sudah  gersang dan gundul karena sudah digali bouksitnya. Terasa sekali ancaman apa yang akan dirasakan oleh penduduk kota ini nantinya, bagaimana pada jangka panjang nanti jelas saja air limbah dari pencucian bouksit yang dibuang ke laut/sungai mempengaruhi kualitas kesehatan dan kebersihan ikan yang hidup pada air yang tidak bersih, dalam jangka panjang manusia akan mudah terserang berbagai gangguan kesehatan karena mengkonsumsi ikan yang tidak sehat, serta banyak dampak lain lagi dari pertambangan bouksit dan akan mengancam Tanjungpinang nantinya. HF/Hindun.B.8/12      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar